Kota Solo menjadi kunjungan tugas saya kali ini. Bertepatan dengan liburan panjang, seluruh tempat penginapan di kota batik ini penuh.
“Wah, ada apa dengan kota Solo?”, pasti kota ini menyimpan banyak hal yang menarik, tanya saya dalam hati. Kota ini adalah kota kelahiran saya. Setelah satu tahun, saya dibesarkan di Samarinda. Jadi, tidak banyak budaya dan tempat yang sempat saya ekplorasi.
Ketertarikan saya berawal dari tempat menginap di Roemahkoe – Bed & Breakfast. Roemahkoe terletak di jantung kota Solo – tepatnya Jl. dr. Rajiman No. 501 Laweyan – Solo. Hal yang menarik yang bisa saya dapatkan di sini adalah :
- Konsep interior penginapan yang kental dengan nuansa Jawa bergaya “Art Deco”. Menurut sejarahnya dibangun tahun 1938.
- Foto-foto Solo tempo dulu dapat dinikmati di dinding bangunan yang ada di Roemahkoe. Selain itu, foto Solo tempo dulu juga dapat Anda lihat di buku panduan hotel ini. Sungguh menawan dan kreatif!
- Perpustakaan mungil dengan sejumlah buku sejarah dan majalah disediakan untuk tamu yang ingin membaca dan mengetahui lebih banyak tentang kota Solo.
- Harum aroma terapi yang saya rasakan ketika masuk ke kamar tempat saya menginap, membuat pikiran serasa lebih rileks.
- Roemahkoe yang berdekatan dengan rumah para pembatik di kampung batik, Anda dapat berbelanja atau menikmatinya dengan hanya berjalan kaki.
- Tersedianya makanan khas Solo, seperti Nasi Liwet, Londoh Pindang, Nasi Goreng Saudagar, Wedang Cemol dan aneka makanan Solo lainnya.
- Tempat yang unik, karena ada sarana untuk belajar membatik, memainkan Gamelan atau sekedar mengetahui watak Anda berdasarkan Astrologi Jawa, Primbon.
Tags: batik, kampung batik, solo


August 2, 2008 at 7:30 am |
Jim…foto2 human interest para pembatik ada gak?kalo ada upload dong…
August 12, 2008 at 3:31 am |
@beben:
Thx Ben
Sayangnya saya ngga ambil Ben, InsyaAllah kalau ke Solo lagi nanti saya potret
August 17, 2008 at 3:28 am |
Banyak yang menarik dari kota Solo, banyak yang bisa di ceritakan.
Sering deh mampir di Solo Mooi, mudah2 an bisa melihat banyak tentang Solo
September 28, 2008 at 2:41 am |
gua asli solo tapi ngk sombong2 bgt kyak loo tuh.
September 28, 2008 at 3:40 pm |
Hm, mohon maaf kalau artikel ini berkesan saya seperti sombong. Namun, saya tidak ada niatan untuk menyombongkan diri. Niat saya adalah berbagi kepada siapaun yang ingin mengetahui nilai-nilai sejarah di kota Solo yang saat ini sulit dicari. Bukan Solo saja, saya sudah berencana beberapa tempat yang membuat saya terkesan di Kalimantan, Sumatera atau dimanapun nantinya, saya tulis di blog saya. Btw, terima kasih sudah sudi berkunjung di blog saya ini.
October 24, 2008 at 11:50 am |
hai.. terima kasih yah utk review nya.. saya liat hotel ini waktu nonton sebuah tayangan di TV.. tapi tidak ada informasi nama hotelnya.. iseng2 karena penasaran, saya coba cari di internet.. ternyata saya dapat infonya melalui blog anda.. thank you yah.. mau liat2 juga dong sudah kemana aja.. siapa tau bisa dapet info yang lebih personal ttg tempat2 bagus baik dalam dan LN dari kacamata anda..
salam kenal…
December 15, 2008 at 9:42 pm |
Rekan Jimmy … terimakasih review yang lengkap mengenai “Roemahku”.
Diawali dengan kegiatan resto … salah satu sarana wisata di solo milik mbak Nina Akbar Tanjung ini berkembang menjadi hotel and resto (Bed and Breakfast) sejalan dengan makin berkembangnya kampung Laweyan sebagai tujuan wisata (khususnya heritage tourism).
Teruslah menulis ya … sudah selayaknya pengalaman perjalanan yang menarik dan bermanfaat seperti ini bisa dibaca oleh masyarakat luas. Oke … saya tunggu posting2 menarik lainnya ya….
December 16, 2008 at 2:56 am |
hmm saya sudah beberapa kali ke Roemahku, bahkan pernah ketemu dg bu nina trus belanja bareng di toko batik putra laweyan yang berada di belakang roemahku, lewat gerbang belakang roemahku juga bisa…waktu itu kami bahkan main gamelan bersama, lunch dan berfoto ria hehehe
December 30, 2008 at 8:43 am |
rumahkoe tuh dimana ya..mau nih baca-baca di perpustakaan.
May 12, 2009 at 8:10 am |
Dear kokooooooooo:
Anda bilang Anda orang Solo, tapi alih-alih memberi kontribusi yg nyata bagi perkembangan wisata Solo, Anda malah mengkritik tanpa point yg jelas terhadap tulisan Sdr Jimmy di blog ini. Anda bilang si penulis sombong? Dari paragraf mana ya? Anda yakin sudah membaca tulisan ini dgn benar secara menyeluruh? Anda yakin dengan pemahaman bahasa Indonesia Anda? Anda mengerti maksud dan pesan tulisan Sdr Jimmy di sini? Atau Anda yg sebenarnya kurang cerdas dlm memahami sebuah tulisan?
Saya lahir dan besar di kota Solo, merantau sejak umur 18 tahun hingga sekarang di umur ke 34. Tidak pernah saya sekalipun memakai kata “gua” dan “loo”, tapi Anda tidak ada angin dan hujan tiba-tiba berkomentar “gua asli solo tapi ngk sombong2 bgt kyak loo tuh”… Sombong dimananya? Komentar Anda ini seperti komen orang yg sedang mabuk dan ngelantur. Anda yakin kalau Anda benar-benar orang Solo, wah Anda ini bikin malu saja…
Kepada Pak Jimmi, matur nuwun ya tulisannya, seandainya lebih banyak tulisan yg mempromosikan Solo dari orang-orang seperti Anda, dan seandainya saya bisa sedikit memberi kontribusi tulisan, selebaran, blog, referensi apapun namanya asalkan dapat mempromosikan kota kelahiran saya ini, mungkin kita akan melihat Solo seperti bagaimana masyarakat luas memandang Jogja yg terkenal dan selalu menjadi tujuan wisata dari penjuru negeri. Sekali lagi, terima kasih dan saya tunggu tulisan2 Bapak berikutnya.
Salam
Win
July 10, 2009 at 6:43 am |
Yang dimaksud Kokoooo , sesuai sesumbarnya gua asli orang solo .maksudnya mungkin dia orang dari dalam goa asli (solo =sendirian) …. ya tentu saja. kan hanya jin yang brani melahirkan anak di dalam goa.
August 21, 2009 at 1:39 pm |
Makasih sdr jimmi, bagus bangetbinfonya cuman kalo boleh sih info tentang room ratenya skalian, jadi mungkin lebih banyak membantu terutama dalam bajet.
November 17, 2011 at 1:57 pm |
Matur nuwun sanget mas, sangat bermanfaat dan menarik sekali informasinya