Archive for the ‘Motivation’ Category

Mama Lorentz: Jakarta, Bandung, Semarang Juga Surabaya Akan Gempa 8 hari lagi

November 5, 2009

Seorang kawan mengirim pesan melalui email. Membacanya bikin jiwa miris merinding dan mengagetkan. Namun, pesan ini hanyalah hoax dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Lebih baik kita menyikapinya dengan tidak menyebarkan atau meneruskan, melakukan aktifitas dengan menghidupinya dengan banyak amalan, agar apapun kejadian yang menimpa kita, senantiasa dilindungi oleh Tuhan ..

“Mari kita berdoa bersama-sama untuk kota Jakarta, Bandung, Semarang & Surabaya. Mama Lorentz meramalkan bahwa kota2-kota tersebut pada waktu dekat ini akan mengalami hal yang menyedihkan. Dia bahkan berani pindah agama kalau tidak terjadi sesuatu. Mari rapatkan barisan dan bentengi kota kita tercinta dengan cara berdoa kepada Tuhan YME, memohon perlindungan. Bisa dicek di situs resmi “Silet” RCTI.‎
Mama Lorentz sendiri saat ini sedang berkumpul dengan para cenayang dan orang-orang yang memiliki indera ke-6 di seluruh Indonesia, bahkan petinggi-petinggi ilmu agama ikut berpartisipasi dalam doa brsama menangkal bencana di kediaman ki Joko Bodo, laporannya dini hari akan disiarkan di Global TV dan TV One Breaking News. Menurut BMG, sedang ada lempengan yang bergeser ke arah pulau Jawa dan dapat menyebabkan gempa di sekitarnya. Diperkirakan kekuatan gempa tersebut 8 skala Richter. Gempa ini diperkirakan 8 hari dari hari ini. Ingin mengingatkan untuk berjaga-jaga, seperti menaruh sebagian barang-barang berharga, baju dan bahan makanan di tas. Jika sedang gempa segera ke luar rumah dan mencari tanah kosong.

Kirimkan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi untuk sekadar mengingatkan kalau Anda peduli pada mereka. Mari berdoa bersama-sama semoga ini tidak terjadi. Mudah-mudahan kita semua selamat, ya. Take care..amien.”

Ada yang Maen Facebook saat Jumatan

October 22, 2009

Satu hari sebelum shalat Jumat, seperti biasa setelah berwudhu aku bersiap ’berjuang’ mencari dan mengisi shaf depan. Masih banyak celah-celah shaf  kosong yang bisa diisi jamaah yang sudah duduk di belakang. Padahal, baginda Rasullullah saw menjanjikan keistimewaan bagi kaum muslimin yang memilih posisi jajaran depan.

Kutatap barisan sebentar, kupandang mana shaf yang masih bolong, kemudian aku pilih untuk duduk disamping pria muda yang tampak dari kejauhan sedang asyik membuka ponselnya diikuti tarian jari jempol tangan dengan irama yang lamban.

”Wah, ada yang maen Facebook nih saat Jumatan .. anak muda sekarang …  kebanyakan ngga tau aturan. Mosok maen facebook sebelum Jumatan. Meski itu sekedar membaca status..”, pikirku sambil menuju shaf yang kupilih.

Setelah sampai, di samping anak muda itu. Pria itu memberikan senyuman,  wajahnya tampak segar dan bersih, ia menggeser posisi duduknya agar aku mendapat tempat duduk lebih lapang. Aku kagum dengan sikapnya, sehingga menjadi sunkan dengan menundukkan badan sambil membalasnya dengan senyuman. Masih penasaran juga dengan pria berpeci putih itu, kulirik kearah tampilan ponsel yang masih digenggamnya, dan tampak ia semakin hanyut tenggelam…

Tiba-tiba sontak kaget aku dibuatnya, ”Astagfirullah…, ternyata yang dilihatnya sejak tadi adalah Ayat Suci Al Quran!”. Dengan rasa penuh penyesalan, sambil memejamkan mata aku beristigfar dan terus berulang. Setelah semakin tenang, kulanjutkan berniat untuk menunaikan shalat tahyatul masjid, dan memulai mengangkat tangan sambil bertakbir, ”Allahu Akbar ..”