Archive for the ‘Family’ Category

Wah, kakak HEBAT dan SMART! sudah bisa bikin gedung bertingkat!

October 21, 2009
play.lego

Lego games

Lego mainan yang terdiri dari beberapa bentuk dasar persegi panjang, bujursangkar dengan berbagai warna dan ukuran. Ukurannya pun beragam dapat kita peroleh dalam bentuk ukuran besar dan kecil. Permainan anak untuk usia 2 tahun ke atas ini sangat baik dikenalkan sejak dini karena pada masa sebelum 5 tahun adalah masa otak emas anak. Namun tidak ada salahnya mengenalkan permainan ini sejak usia 1,5 tahun asal Anda sebagai orangtua membimbingnya mengembangkan kreatifitasnya membangun apa yang ada di dunia-nya, dunia anak-anak. Jangan lupa, ekspresikan jika anak sudah berhasil membuat satu kreatifitas.

Hindari untuk mencela jika bentuk yang diinginkan tidak sesuai dengan harapan Anda.

“Yaaelah, masak bikin kuda kayak gitu?”
“Ah, jelek Ah rumah bikinan ade”

Kata-kata yang kita lontarkan akan selalu direkam oleh anak. Berikan kata-kata positif agar anak tetap terus bersemangat mencari bentuk ketika ia membangun pesawat terbang, kapal-kapalan, rumah, bentuk binatang dan lain sebagainya. Jika ia membangun sebuah gedung bertingkat yang jatuh terus, segera bantu,

“Yuk De, sini mama/papa bantu..”
(more…)

Laskar Pelangi

October 10, 2008

Laskar Pelangi film yang bagus! Kesempatan nonton Alhamdulillah bisa saya lakoni setelah pulang kantor. Banyak pesan yang saya dapat setelah melihat film ini. Kesan yang saya ingat sampai saat ini :

“Hidup itu untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan meminta sebanyak-banyaknya … “

Subhanallah, pesan itu paginya saya sms ke saudara dan keluarga dekat :

Komentar ayah saya :
“Makasih infonya. komentar Laskar Pelangi Lintang anak nelayan yang pintar metamatika bisa mengalahkan dewan juri. Dan tora membela yg benar. Lintang banyak makan ikan kali ya? “

Komentar adik saya :
“Yup! Bukan take & give, bukan jaga give & take, tapi give n give n give n give n give n give n give.. ;)

Belajar Memberi …

October 6, 2008

“Orang yang banyak belajar memberi, dia akan sedikit meminta. Kalaupun meminta, boleh dibilang permintaannya sederhana. Bukan hanya memberi materi, namun apa saja pun bisa kita beri …”

#1 Orang tua yang banyak memberi cinta kepada anaknya

#2 Ketika pengemis tua di lampu merah mendatangi kita yang sedang berkendara, berikan senyuman walau kita tidak punya recehan sambil mengayunkan tangan

#3 Memberi sedikit ilmu yang dimiliki, namun bisa bermanfaat untuk orang banyak

#4 Ada satu mungkin yang sulit, memberi maaf kepada orang-orang yang pernah menyakiti

Terima kasih buat keluarga dan kawan yang sudah berkunjung di blog ini,
mohon maaf jikalau kami ada salah selama ini …
Mohon maaf lahir dan batin …
dari Kami : Jimmy, Ira, Kayla dan Dhafin

Pa Kerja Cari Susu

November 19, 2007

Setelah mengajak keluarga berkeliling kota Bandung, malam itu Kayla putri sulungku yang berusia 2 tahun ingin dimanja dipangkuanku. Aku biasa memanggilnya dengan panggilan Kakak. Mungkin ia tahu kalau besok pagi aku harus kembali ke Jakarta dan akan ditinggal selama seminggu lagi, pikirku.
“Kak, besok Pa berangkat kerja ya ke Jakarta. Kakak yang pinter ya.. sama ade Dhafin
“Ngga!” si Kakak menyahut sambil menggelengkan kepalanya.
Istriku datang sambil bertanya padaku kenapa Kayla menggeleng-gelengkan kepalanya. Akupun menjelaskan.
“Pa kerja dulu, cari uang buat beli susu.Juga nabung buat sekolah Kakak ama Ade Dhafin”
Kali ini ia berhenti menggeleng pertanda mengerti.
Pagi hari pun tiba, kening dan pipi kedua anakku kucium dgn lembut. Singkatnya aku pamit dengan istri dan bapak ibu mertua.
Dalam perjalanan ke Jakarta aku menerima sms dari istri,isinya “Kakak bangun, liat kiri kanan cari papa, terus langsung bilang Pa kerja cari susu, padahal Ma belum bilang kalo Pa dah berangkat”

Cerita tentang Adik #1 Cincin

November 15, 2007

Aku anak tertua dari empat bersaudara: Jimmy, Denny, Sukma dan Uppy. Tiga cowok dan satu cewek. Dari kecil kami dibesarkan  di Samarinda dengan selisih umur dengan adik-adikku Denny – 1 tahun, Sukma – 8 tahun dan Uppy – 9 tahun. Adikku yang terakhir sudah berpindah ke alam yang berbeda. Uppy meninggal ketika berumur 3 hari karena lahir prematur. Namun kami tidak menyesali, pasti ini suratan ilahi dan kami meyakini satu hari nanti Allah swt akan mempertemukan kami semua di sana.

Ceritanya dimulai ketika aku menjelang lulus SMP, aku bersiap untuk pindah sekolah ke luar kota. Saat itu Sukma yang suka nonton Superman dan maen robot-robotan masih duduk di kelas 5 SD. Sedang getol-getolnya ia membuat prakarya, tugas dari guru di sekolahnya. Menurutku karyanya cukup unik, guru ketrampilannya mengajar cara membuat prakarya dari manik.

Singkatnya, kami sudah berada di bandara Balikpapan berserta seluruh keluarga: mama, abah dan adik-adik yang turut serta. Waktu keberangkatan pun telah tiba, ada satu pengumuman agar penumpang memasuki pesawat lewat pintu yang sudah tersedia. Aku pun berdiri, pamit dan bersalaman.
Sukma, adikku memberiku kotak kecil, “Mas, ini dibawa buat Mas … “
Aku terdiam, tidak menyangka ia menyiapkan kado kecil untukku, “Makasih, De!”.
Segera aku berbegas berjalan menuju pesawat yang sudah bersiap untuk berangkat.

Di pesawat aku buka kado kecil itu, isinya cincin manik bertuliskan huruf ‘S’ inisial nama Adikku – Sukma – dengan style logo Superman kesukaannya. Aku pasang cincin itu di jari manisku, sambil terbayang dan merindunya hatiku saat itu.

Angka Cantik di 09 – 09 – 09

November 9, 2007

Dalam perjalanan pulang ke Tanjungsari, Ira istriku bercerita tentang idenya yang menurutku belum pernah dipikirkan oleh orang.

 ”Mas, sekarang tahun ini banyak orang nikah di angka cantik ya?” istriku membuka perbincangan”.
“Iya, kenapa?”, tanyaku penasaran.
“Tahun depan masih ada angka cantik, 2008. Nah, dua tahun ke depan juga masih ada cantik. Tapi kalo married kan sudah umum… “
“Hmm…” aku terus mendengarkan sambil menyetir mobil vw hijau.
“Mas tau kan, kalau usia kandungan itu menurut ilmu kedokteran dan kebanyakan orang adalah 9 bulan dan 10 hari. Nah, gimana kalau angka cantik itu bukan hanya buat pernikahan, tapi kelahiran? “
“Lho, gimana caranya?”
“Yaa, diusahakan donk .. jadi “bikin”-nya itu di tanggal 31 Desember 2007, pas malam tahun baru 2008. Kalau jadi pas malam itu, maksudnya pertemuan sperma dan ovum kan prosesnya bisa 9 bulan 10 hari?”
Aku tersenyum menyambut ide istriku yang cemerlang, “Wah, iya yah? Jadi… , mau tiga nih???” tanyaku lagi.

28 Kali Miss Call

November 9, 2007

Bangun tidur, aku dikagetkan dengan suara pintu yang digedor. Jam di dinding menunjukan pukul 5 pagi.
“JIMM! …, JIMMY!”, teriakan suara dari pintu depan. Aku terburu-buru jalan menuju arah depan sambil mengucek-ngucek mata.
Begitu pintu kubuka, ”Wah! Kamu baru bangun, toh .. syukurlah. Ta’ kiro ada apa-apa?”, mas Dian sepupuku terlihat lega sambil menenteng helmnya. ”Ya, sudah. Bapakmu nelpon berkali-kali, telpon balik dulu sana, gih”. Mas Dian langsung pamit balik dengan motornya.
 Aku bergegas mencari ponselku yang masih tergantung di luar kamar dalam saku jaketku. Astagfirullah …  28 kali misscall rupanya ponselku berdering. Usut punya usut, ternyata suara ponsel dalam jaket yang lumayan tebal menyebabkan suara ringtone-nya ngga kedengaran sampai kamar. Langsung beberapa pesan yang masuk kubaca: 

Pa, telpnya kok g diangkat? HP nya error lg? Pa ketiduran apa g punya pulsa? Pa cari wartel ya … – sms istriku, 28/10/07 19:36

Bah, no flexi sama no fren mas Jim brp ya? Ira telp ke mentari nya berkali2 g diangkat. Mksh  – sms istriku, 28/10/07 19:36

Ab telp berkali2 g ada jwban. Ira sp tanya juga ke ab. Jd ab jwb mentari ada ggn jaringan. Biar tenang. Jimy kecapen jd ketiduran. Segera kontak Ira klo bangun – sms abah, 28/10/07 21:04 

Rupanya, banyak panggilan dari istri, abah dan adikku yang tak terjawab. Memang, minggu kemaren tidak seperti biasanya aku tidak memberi kabar atau sms barang sepatah dua patah kata pada istriku. Sms yang biasa, ”Ma, Pa dah di sampe …” rupanya sangat dinantikannya.Sewaktu pamitan dari rumah ibu mertua yang ada di Tanjungsari Sumedang, suasana jalan raya masih banyak orang mudik lebaran. Aku membawa koper. Apesnya, ketika naik Primajasa bis langganan, tidak ada satu tempat duduk pun yang kosong. Makanya aku duduk seadanya, tanpa kursi empuk yang nyaman untuk beristirahat selama perjalanan. Kondisi seperti itu, menjadikanku tidur kecapean setiba di rumah. Pagi itu, aku masih lemas. Aku telpon kembali keluarga, mengabarkan bahwa aku baik-baik saja. Sms singkat pun aku kirim ke mas Dian minta maaf  karena sudah bikin repot pagi-pagi ke rumah. Padahal jarak tempuh rumahku ke mas Dian lumayan. Tak lama, sms pun dibalas: 

It’s ok man. That’s what family are for to care each other. Aku khawatir aja klo tiba-tiba masuk berita pagi di TV ;) – Ramadhian, 29/10/07 06:57

 Seminggu setelah bertemu istriku ia berkomentar, ”Jaman semakin maju, teknologi komunikasi makin canggih. Tapi kenapa malah tingkat stress orang makin tinggi karena ketergantungan dengan ponsel? Jaman dulu ngga padahal orang pamitan jauh keluar kota tanpa berbekal ponsel, rasanya ngga sampai sepanik ini … ”Aku dan istriku hanya tersenyum-senyum mengingat kembali kejadian 28 kali miss call … 

Temper Tantrum

October 31, 2007

Tak terasa dua anak sudah yang Tuhan amanati kepada kami. Setiap waktunya selalu ada hal-hal yang surprise kami temui. Seperti kejadian Kakak yang asik bermain, dengan tiba-tiba dengan ekpresi gregetan sang kakak memukul kepala adik, sekedar mencubit atau menggigit. Hal ini bisa saja terjadi, bisa jadi ini karena gejala Temper Tantrum yang menurut sebagian pakar psikologi wajar terjadi. Atau mungkin saja sang Kakak yang kurang perhatian atau dinomorduakan. Mendidik dua anak kami sadari metodenya pasti berbeda. Yang penting dari kecil kami membiasakan anak-anakku untuk saling menyayangi dan adil. Punya kiat-kiat atau saran menarik untuk kami? Tentu, kami berterima kasih sebelumnya dan akan menerima kritik dan sarannya dengan senang hati …

img_9817.jpg

Kakak Sayang Adik, Adik Juga Sayang Kakak

October 30, 2007

Tak terasa dua anak sudah yang Tuhan amanati kepada kami. Setiap waktunya selalu ada hal-hal yang surprise kami temui. Seperti kejadian Kakak yang asik bermain, dengan tiba-tiba dengan ekpresi gregetan sang kakak memukul kepala adik, sekedar mencubit atau menggigit. Hal ini bisa saja terjadi, mungkin sang Kakak yang kurang perhatian atau dinomorduakan. Mendidik dua anak kami sadari metodenya pasti berbeda. Yang penting dari kecil kami membiasakan anak-anakku untuk saling menyayangi dan adil. Punya kiat-kiat atau saran menarik untuk kami? Tentu, kami berterima kasih sebelumnya dan akan menerima kritik dan sarannya dengan senang hati …

Pengalaman Pertama Bercerita di Pesawat

October 25, 2007

Mudik kemaren pengalaman pertama aku bercerita di pesawat untuk Kayla, anak pertamaku. Kayla mengamati setiap garis yang aku torehkan di kertas yang sudah kusiapkan sebelum berangkat.
Awalnya aku hanya membuat gambar rumah, gunung dan awan. Perhatikan matanya, wajah yang sayu tapi tetap semangat untuk mendengarkan.

Aku kaget, kata yang terlontar dari Kayla,
“Papa, mana?”
“Mama, mana?”
“Ade Apin (Dhafin), mana?”

Ternyata, ia menikmati gambar yang kugoreskan, meski mengantuk ia tetap bertahan menyimak dan mendengarkan. Aku senang, pengalaman pertama bercerita di pesawat yang berkesan ….