Archive for the ‘Indonesiaku’ Category

Padang: Jembatan Siti Nurbaya

October 20, 2008
Jembatan Siti Nurbaya - Padang

Jembatan Siti Nurbaya - Padang

Pasti Anda pernah mengetahui kisah Siti Nurbaya, kan? Nah, di kota Padang ada satu Jembatan dengan mengabadikan nama Siti Nurbaya. Jembatan ini sangat indah dinikmati pada malam hari. Saya bersama rekan saya Pak Heru Widodo dan Agus berkesempatan melihat dan mengabadikannya. Jembatan yang melintang di sungai sepanjang 60 m ini sangat ramai dikunjungi di malam minggu. Banyak jajanan yang bisa dibeli sambil menikmati panorama di sekitar jembatan ini.

Toraja: Kete Kesu

October 19, 2008
Tana Toraja - Kete Kesu

Tana Toraja - Ke'te' Kesu'

Alhamdulillah, saya bersama rekan tim Fridist menyempatkan untuk melihat situs tertua yang masih ada di sela-sela hari libur saat kami ditugaskan untuk mentraining oleh perusahaan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Kete Kesu adalah sebuah kampung Toraja yang masih terpelihara sampai saat ini. Cagar budaya ini merupakan yang terkenal dan paling banyak dikunjungi wisatawan manca negara dan domestik seperti saya. ;)

Kampung Bonoran, orang banyak pula menyebutnya berjarak tidak jauh dari kota Rantepao. Kalau Anda berkendara mobil, bisa ditempuh kurang lebih 10 menit. Lokasi ini terdapat perumahan dan makam keluarga penduduk Toraja. Rumah adat khas Toraja disebut Tongkonan lengkap dengan lumbung padinya. Rumah adat ini konon tidak berpaku. Tapi dirancang dengan sisi satu dan sisi lainnya saling mengunci, sedangkan atap yang terbuat dari 6 ruas bilahan bambu sebagai kunci terakhir. Cerita dari seorang kawan yang ada di Palopo – Pak Jervin – atap bambu ini memiliki keunikan. Saya terkesan dengan ceritanya dimana potongan bambu yang berukuran kurang lebih 20-30 cm, dibagi dua. Kemudian tingkat pertama disusunlah separuh potongan bambu yang berbentuk setengah lingkaran itu sepanjang sisi atapnya.Kalau hujan datang otomatis berfungsi sebagai talang air. Begitu pula dengan tingkat kedua, disusunlah potongan bambu tersebut menyilang dengan arah yang terbalik. Tingkat ketiga dengan posisi yang sama seperti tingkat pertama, begitu seterusnya sampai tingkat keenam. Oleh karenanya berat atap bambu yang sudah berat dapat berfungsi sebagai kunci terakhir.

Foto di atas saya ambil menggunakan tripod di dalam gua yang dijadikan sebagai makam salah satu keluarga di Tana Toraja. Berdiri dari kiri ada Dori, Pak Erol, Pak Anto, Elan, Nelda, Pak Andries, Reza dan sobat kecil yang berjongkok bersama saya. Terima kasih juga buat Hendri – sobat kecil yang berjongkong paling kanan di samping saya – yang sudah banyak menjelaskan banyak informasi mengenai situs ini.

Padang: Rumah Gadang

September 23, 2008
Padang - Rumah Gadang
Padang – Rumah Gadang

Pesona rumah Gadang, banyak saya lihat ketika saya bertugas di wilayah Sumatera Barat. Konon banyak pernerjun payung tidak berani mendarat di kota Padang. Kenapa? Ternyata, para penerjun takut merentangkan payung-nya karena takut tertancap di ujung rumah Gadang yang tajam. Ada-ada saja ;)

August 24, 2008
Pantai Manggar - Balikpapan
Pantai Manggar – Balikpapan

Alhamdulillah, setelah dua hari mempersiapkan training di kantor cabang Balikpapan, kami diajak jalan-jalan. “Pak, Mau ke Pantai ngga?” aku menawarkan ke Pak Krisna, “Penat, nih Pak!”

Pak Krisna, Alfian, Pak Bambang, Pak Rama, Mba Agnes, dan Mutia yang ikut serta dalam rombongan meluncur ke pantai. Balikpapan punya beberapa pantai yang indah. Salah satunya adalah Pantai Manggar.

Mba Agnes kasih ide menuliskan namanya di pasir putih pantai Manggar. “Wah, jadi pengen nulis nama mantan pacar juga nih, saya jadinya … Eits, mantan pacar sekarang sudah jadi istri maksudnya”. ;)

Yogyakarta: Sendratari Ramayana

August 23, 2008

Alhamdulillah, kami berkesempatan menyaksikan sendratari Ramayana di Candi Prambanan, Yogyakarta. Sungguh luar biasa, sajian panggung dengan sinaran bulan purnama yang menghiasi malam itu membuat penonton terpukau.

Jika Anda berniat untuk menyaksikannya, jangan lupa membawa jaket dan sebaiknya sudah makan malam sebelumnya, karena dinginnya udara saat menyaksikan acara ini bikin perut cepat lapar :)

Yang membuat saya terkesan dengan panggung Sendratari ini diresmikan oleh mantan Presiden RI pertama, dengan pesan :

Ballet Ramayana adalah satu pertjobaan (good effort) untuk membawa seni pentas indonesia ke taraf yang lebih tinggi
- Soekarno – 25 Agustus 1961

Jika Anda ingin menyimak cerita berikut jadwalnya untuk menyaksikan acara ini, klik di sini.

Roemahkoe di Kota Solo

July 13, 2008
Lorong dengan nuansa etnik dan lukisan yang menarik

Kota Solo menjadi kunjungan tugas saya kali ini. Bertepatan dengan liburan panjang, seluruh tempat penginapan di kota batik ini penuh.

“Wah, ada apa dengan kota Solo?”, pasti kota ini menyimpan banyak hal yang menarik, tanya saya dalam hati. Kota ini adalah kota kelahiran saya. Setelah satu tahun, saya dibesarkan di Samarinda. Jadi, tidak banyak budaya dan tempat yang sempat saya ekplorasi.

Ketertarikan saya berawal dari tempat menginap di Roemahkoe – Bed & Breakfast. Roemahkoe terletak di jantung kota Solo – tepatnya Jl. dr. Rajiman No. 501 Laweyan – Solo. Hal yang menarik yang bisa saya dapatkan di sini adalah :

  1. Konsep interior penginapan yang kental dengan nuansa Jawa bergaya “Art Deco”. Menurut sejarahnya dibangun tahun 1938.
  2. Foto-foto Solo tempo dulu dapat dinikmati di dinding bangunan yang ada di Roemahkoe. Selain itu, foto Solo tempo dulu juga dapat Anda lihat di buku panduan hotel ini. Sungguh menawan dan kreatif!
  3. Perpustakaan mungil dengan sejumlah buku sejarah dan majalah disediakan untuk tamu yang ingin membaca dan mengetahui lebih banyak tentang kota Solo.

    Perpustakaan Roemahkoe

    Perpustakaan Roemahkoe

  4. Harum aroma terapi yang saya rasakan ketika masuk ke kamar tempat saya menginap, membuat pikiran serasa lebih rileks.
  5. Roemahkoe yang berdekatan dengan rumah para pembatik di kampung batik, Anda dapat berbelanja atau menikmatinya dengan hanya berjalan kaki.
  6. Tersedianya makanan khas Solo, seperti Nasi Liwet, Londoh Pindang, Nasi Goreng Saudagar, Wedang Cemol dan aneka makanan Solo lainnya.
  7. Tempat yang unik, karena ada sarana untuk belajar membatik, memainkan Gamelan atau sekedar mengetahui watak Anda berdasarkan Astrologi Jawa, Primbon.

Borobudur

July 12, 2008
Borobudur - Magelang

Borobudur - Magelang

Borobudur adalah sebuah candi Budha terbesar yang ada di Indonesia. Kalau dari Yogyakarta bisa ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan ke arah kota Magelang. Banyak wisatawan dari manca negara maupun domestik yang berkunjung ke situs ini karena keunikan bangunan yang tersusun dari batu, pahatan berbentuk relief yang dibuat oleh manusia pada waktu itu, stupa yang ada di bagian puncaknya. Info lebih lengkap mengenai situs ini silakan klik di sini.