Menoreh Harapan di Tahun 2008

by

“Met Baru 2008 ya…
Mari perbaiki hidup kita untuk menjadi manusia yang lebih manusiawi, bernurani dan islami.
Mudah-mudahan kita semua senantiasa dilindungi ALLAH SWT”
~ sms from my wife Ira – 23:58 WIB 31 Des 2007

Tahun baru 2008 kali ini tidak kami lewati bersama. SMS ini diterima saat malam tahun baru ketika saya berada di rumah sendiri di Jakarta dan Ira bersama anak-anak di Tanjungsari, di sebuah desa yang berwilayah di Sumedang.

Sejak sore, kendaraan mulai menderu. Dan lalu-lalang orang bersiap menyambut datangnya tahun yang baru. Matahari tampaknya enggan bersinar, entah karena tertutup awan atau ia sengaja menahan senyum dengan kehangatan cahaya terpancar. Saya yakin, ia bisa menyaksikan belahan manapun di bumi ini. Keragaman beraneka yang ia saksikan dari tempatnya, ada tangis dan tawa.

Memang, khusus negeri Indonesia tercinta masih berduka. Sepanjang tahun 2007 ini di surat kabar dan media banyak dihiasi dengan berita tentang bencana seperti banjir dan gempa. Alam seakan murka, mungkin karena apa yang telah dibuat oleh manusia. Saya berucap, “Tuhan masih sayang sama kita…”. Kita yang masih hidup masih diberi kesempatan untuk memperbaiki apa yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

Semoga harapan kita di tahun 2008 dapat segera terwujud
Doa dan dzikir yang kita panjatkan jangan pernah surut
Segera berbuat dari yang kecil, dan berdzikirlah kalau mulai kalut
Selamat Tahun baru 2008!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: