Archive for the ‘Family’ Category

Mandikan Aku Bunda

January 15, 2010

Kisah berikut saya kutip dari rekan saya di FB, semoga menjadi i’tibar buat kita yang membacanya …

Sudahkan Kita Memenuhi Tanggung Jawab Kita sebagai Seorang Ibu yang Baik bagi Anak-Anak Tercinta Kita Dirumah?
oleh: Ayah Edy, penulis buku ‘Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah Diatur, 37 Kebiasaan Orang Tua yang Menghasilkan Perilaku Buruk pada Anak’

Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not to be the best?,” begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.

(more…)

Ungkapan Yang Tidak Bisa Diucapkan Ayah

December 4, 2009

Cerita ini sunggu menyentuh, bagaimana seorang ayah yang begitu mencintai buah hatinya. Semoga kisah yang saya kutip dari email seorang sahabat memberikan tempat yang berarti di hati kita. Selamat membaca …

…………

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
(more…)

Wah, kakak HEBAT dan SMART! sudah bisa bikin gedung bertingkat!

October 21, 2009
play.lego

Lego games

Lego mainan yang terdiri dari beberapa bentuk dasar persegi panjang, bujursangkar dengan berbagai warna dan ukuran. Ukurannya pun beragam dapat kita peroleh dalam bentuk ukuran besar dan kecil. Permainan anak untuk usia 2 tahun ke atas ini sangat baik dikenalkan sejak dini karena pada masa sebelum 5 tahun adalah masa otak emas anak. Namun tidak ada salahnya mengenalkan permainan ini sejak usia 1,5 tahun asal Anda sebagai orangtua membimbingnya mengembangkan kreatifitasnya membangun apa yang ada di dunia-nya, dunia anak-anak. Jangan lupa, ekspresikan jika anak sudah berhasil membuat satu kreatifitas.

Hindari untuk mencela jika bentuk yang diinginkan tidak sesuai dengan harapan Anda.

“Yaaelah, masak bikin kuda kayak gitu?”
“Ah, jelek Ah rumah bikinan ade”

Kata-kata yang kita lontarkan akan selalu direkam oleh anak. Berikan kata-kata positif agar anak tetap terus bersemangat mencari bentuk ketika ia membangun pesawat terbang, kapal-kapalan, rumah, bentuk binatang dan lain sebagainya. Jika ia membangun sebuah gedung bertingkat yang jatuh terus, segera bantu,

“Yuk De, sini mama/papa bantu..”
(more…)

Laskar Pelangi

October 10, 2008

Laskar Pelangi film yang bagus! Kesempatan nonton Alhamdulillah bisa saya lakoni setelah pulang kantor. Banyak pesan yang saya dapat setelah melihat film ini. Kesan yang saya ingat sampai saat ini :

“Hidup itu untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan meminta sebanyak-banyaknya … “

Subhanallah, pesan itu paginya saya sms ke saudara dan keluarga dekat :

Komentar ayah saya :
“Makasih infonya. komentar Laskar Pelangi Lintang anak nelayan yang pintar metamatika bisa mengalahkan dewan juri. Dan tora membela yg benar. Lintang banyak makan ikan kali ya? ”

Komentar adik saya :
“Yup! Bukan take & give, bukan jaga give & take, tapi give n give n give n give n give n give n give.. ;)”

Belajar Memberi …

October 6, 2008

“Orang yang banyak belajar memberi, dia akan sedikit meminta. Kalaupun meminta, boleh dibilang permintaannya sederhana. Bukan hanya memberi materi, namun apa saja pun bisa kita beri …”

#1 Orang tua yang banyak memberi cinta kepada anaknya

#2 Ketika pengemis tua di lampu merah mendatangi kita yang sedang berkendara, berikan senyuman walau kita tidak punya recehan sambil mengayunkan tangan

#3 Memberi sedikit ilmu yang dimiliki, namun bisa bermanfaat untuk orang banyak

#4 Ada satu mungkin yang sulit, memberi maaf kepada orang-orang yang pernah menyakiti

Terima kasih buat keluarga dan kawan yang sudah berkunjung di blog ini,
mohon maaf jikalau kami ada salah selama ini …
Mohon maaf lahir dan batin …
dari Kami : Jimmy, Ira, Kayla dan Dhafin

Pa Kerja Cari Susu

November 19, 2007

Setelah mengajak keluarga berkeliling kota Bandung, malam itu Kayla putri sulungku yang berusia 2 tahun ingin dimanja dipangkuanku. Aku biasa memanggilnya dengan panggilan Kakak. Mungkin ia tahu kalau besok pagi aku harus kembali ke Jakarta dan akan ditinggal selama seminggu lagi, pikirku.
“Kak, besok Pa berangkat kerja ya ke Jakarta. Kakak yang pinter ya.. sama ade Dhafin
“Ngga!” si Kakak menyahut sambil menggelengkan kepalanya.
Istriku datang sambil bertanya padaku kenapa Kayla menggeleng-gelengkan kepalanya. Akupun menjelaskan.
“Pa kerja dulu, cari uang buat beli susu.Juga nabung buat sekolah Kakak ama Ade Dhafin”
Kali ini ia berhenti menggeleng pertanda mengerti.
Pagi hari pun tiba, kening dan pipi kedua anakku kucium dgn lembut. Singkatnya aku pamit dengan istri dan bapak ibu mertua.
Dalam perjalanan ke Jakarta aku menerima sms dari istri,isinya “Kakak bangun, liat kiri kanan cari papa, terus langsung bilang Pa kerja cari susu, padahal Ma belum bilang kalo Pa dah berangkat”

Cerita tentang Adik #1 Cincin

November 15, 2007

Aku anak tertua dari empat bersaudara: Jimmy, Denny, Sukma dan Uppy. Tiga cowok dan satu cewek. Dari kecil kami dibesarkan  di Samarinda dengan selisih umur dengan adik-adikku Denny – 1 tahun, Sukma – 8 tahun dan Uppy – 9 tahun. Adikku yang terakhir sudah berpindah ke alam yang berbeda. Uppy meninggal ketika berumur 3 hari karena lahir prematur. Namun kami tidak menyesali, pasti ini suratan ilahi dan kami meyakini satu hari nanti Allah swt akan mempertemukan kami semua di sana.

Ceritanya dimulai ketika aku menjelang lulus SMP, aku bersiap untuk pindah sekolah ke luar kota. Saat itu Sukma yang suka nonton Superman dan maen robot-robotan masih duduk di kelas 5 SD. Sedang getol-getolnya ia membuat prakarya, tugas dari guru di sekolahnya. Menurutku karyanya cukup unik, guru ketrampilannya mengajar cara membuat prakarya dari manik.

Singkatnya, kami sudah berada di bandara Balikpapan berserta seluruh keluarga: mama, abah dan adik-adik yang turut serta. Waktu keberangkatan pun telah tiba, ada satu pengumuman agar penumpang memasuki pesawat lewat pintu yang sudah tersedia. Aku pun berdiri, pamit dan bersalaman.
Sukma, adikku memberiku kotak kecil, “Mas, ini dibawa buat Mas … ”
Aku terdiam, tidak menyangka ia menyiapkan kado kecil untukku, “Makasih, De!”.
Segera aku berbegas berjalan menuju pesawat yang sudah bersiap untuk berangkat.

Di pesawat aku buka kado kecil itu, isinya cincin manik bertuliskan huruf ‘S’ inisial nama Adikku – Sukma – dengan style logo Superman kesukaannya. Aku pasang cincin itu di jari manisku, sambil terbayang dan merindunya hatiku saat itu.