Archive for the ‘ToekangTipoe’ Category

Tas digondol Ketika Shalat

December 24, 2007

Percaya atau tidak, ada kisah si tukang tipoe bertitel pencuri yang pura-pura shalat. Ia berpeci tapi radar matanya jelalatan kesana kemari, memantau tas atau bawaan jamaah yang lengah diawasi.
Kejadian ini sudah dua kali saya temui, baik pengalaman dari seorang teman dan pengalaman yang saya temui sendiri.
Pengalaman pertama, kejadiannya di stasiun Gambir Jakarta yang dialami rekan kerja saya yang mau pulang kampung ke Semarang. Ketika ia shalat, ia letakkan tas tersebut dibagian belakang shaf shalatnya. Setelah salam, ia baru sadar ternyata tas yang isinya baju dan sebuah ponsel sudah hilang.
Kedua, sewaktu shalat di PGC Cililitan di lantai yang paling atas ada mesjid kecil yang cukup megah untuk ukuran mesjid yang ada di mall. Untungnya, si pencuri kali ini tertangkap, langsung diamankan dan diinterogasi oleh security di sana.

Tip ketika shalat di mesjid
1. Jika temen-temen shalat di tempat umum, pastikan tas bawaan selalu ditempatkan di depan shaf tempat shalat yang masih bisa dilihat.
2. Ketika berdoa, usahakan mata tetap terbuka dan awasi selalu apa yang dibawa.

Toekang Tipoe di Angkot

November 19, 2007

Waktu itu saya bersama keluarga sedang mencari bahan DVD kosong beserta atributnya untuk pesanan multimedia suatu sekolah. Biar waktunya efektif, istri saya belanja di Carrefour Mangga Dua sedangkan saya berencana ke Glodok. Saya naik dari jalan antara Carrefour dan WTC Mangga Dua.

Nah, Ceritanya diawali ketika saya naik angkot – angkutan kota –yang di dalamnya sudah ada 5 penumpang di sana, cowok semua. Saya duduk di posisi persis di belakang sopir. Tidak ada kecurigaan sama sekali di hati saya ketika  seorang bapak tua yang berbaju hem putih membuka pertanyaan.

“Asep tadi naik busway bareng ya, dari kampung melayu, kan?” kata penumpang I yang duduk di dekat pintu membelakangi sopir.

“Iya!” jawab saya singkat dan tidak memperhatikan mata si bapak. Mungkin karena saya baru trauma mendengar cerita rekan saya yang dihipnotis, pembicaraan sengaja saya batasi. Penumpang II yang duduk persis di samping saya membawa amplop lebar. Ia hanya diam. Rupanya kantong celana kiri samping saya sudah mulai dirogoh oleh penumpang III yang duduk di samping kiri sejajar penumpang kedua deretan kanan. Penumpang II membantu menutupinya dengan amplop di atas saku celana saya. Sehingga saya tidak bisa melihat. Saya masih belum curiga.Ada yang bilang, ”Kiri!” penumpang IV mulai beraksi. Ia memberi uang seribu dan lima ratus koin dari arah belakang pak Sopir. Saya melihat karena tepat di depan saya tangannya. Seketika itu juga uang koin lima ratus jatuh persis di dekat kaki saya. Saya melihat posisi jatuhnya ada dimana. Sementara penumpang IV rupanya nekat mengangkat kaki kiri saya mungkin maksudnya ingin mengalihkan perhatian, sementara saku saya pun tetap dirogoh oleh penumpang III. Sejak kaki saya diangkat, saya mulai curiga dengan kantong celana kiri saya kok ada yang gerak-gerak. Saya ingat ponsel saya ada di kantong celana kiri saya. Langsung saja saya minta berhenti pada sopir angkot dan bergegas turun. 

Tip Trik:

  1. Berdoa mohon perlindungan kepada yang Maha Kuasa
  2. Jangan layani serius pembicaraan orang yang belum Anda kenal
  3. Kalau Anda menyimpan ponsel di kantong celana, keluarkan baju kaos atau hem Anda, gunakan baju yang menutupi kantong samping celana Anda
  4. Jangan teriak copet atau maling ketika Anda mengetahui Anda ’terjebak’ dalam permainan sang copet. Tenangkan diri, baca doa-doa sambil mencari akal untuk menghindarinya. Kalau perlu, langsung saja teriak ”KIRI BANG!” dengan suara lantang…
  5. Setelah turun, perhatikan penumpang yang seangkot dengan Anda apakah ikut turun? Carilah tempat yang lebih aman.